Pengadaan Kapal PPA Perkuat Pertahanan Udara TNI AL Hadapi Ancaman Maritim Modern
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengadaan Kapal Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) Kelas Brawijaya dinilai mampu memperkuat pertahanan udara TNI Angkatan Laut (AL) dalam menghadapi ancaman maritim modern. Langkah ini menjadi pembahasan utama dalam podcast Ngopi – Ngobrolin Pertahanan Indonesia yang menghadirkan mantan Asisten Perencanaan Umum Panglima TNI Laksamana Muda TNI (Purn) Agung Pramono dan pengamat pertahanan Marapi Alman Helvas Ali.
Agung Pramono menegaskan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia harus berangkat dari kondisi geografis sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Luasnya wilayah laut Indonesia menuntut pendekatan yang berbeda dibandingkan negara lain, termasuk dalam menentukan kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista). Prioritas utama Indonesia adalah pengendalian dan penguasaan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) agar tidak ada pihak asing yang masuk tanpa diketahui, yang dapat menjadi ancaman serius bagi keamanan dan pertahanan nasional.
Bagikan
Berita terkait
Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AS ke TNI AL, Dipakai Marinir
JawaPos · 28 September 2026 pukul 19.00
Makna Nama KRI Sriwijaya-100, Kapal Induk Pertama Indonesia yang Baru Diresmikan
JawaPos · 24 September 2026 pukul 17.45
Tentang KRI Sriwijaya-100, Kapal Induk Pertama Indonesia
Detik.com · 24 September 2026 pukul 15.45
KSAL Sebut Kapal Induk Garibaldi Akan Jadi KRI Sriwijaya 24 September
CNN Indonesia · 19 September 2026 pukul 16.05