Pengamat Sorot 2 Nama yang Hilang dari Bursa Calon Pimpinan BPK
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Proses seleksi calon pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI periode 2026–2031 mendapat kritik dari pengamat Tobias Pattiasina. Ia mempertanyakan standar rekam jejak dan integritas yang digunakan, terutama setelah dua nama—Pius Lustrilanang dan Mayjen Pur Susanto—hilang dari daftar 23 calon yang akan diuji kelayakannya. Tobias menekankan bahwa BPK sebagai lembaga dengan mandat konstitusional harus memiliki pimpinan dengan rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Ia mendesak agar seluruh informasi terkait kandidat, termasuk proses uji kelayakan, dipublikasikan agar masyarakat dapat memantau kebijakan yang diambil. Menurutnya, DPD RI berperan penting dalam menyelidiki rekam jejak masing-masing kandidat secara transparan. Komisi IV DPR RI dijadwalkan mengadakan fit and proper test pada pertengahan September 2026, sekaligus membuka ruang bagi publik untuk memberikan masukan terkait integritas dan latar belakang para calon. Tobias menegaskan bahwa partisipasi publik harus dimanfaatkan secara serius, bukan hanya sebagai upaya menghalangi kandidat tertentu. Ia juga menekankan bahwa setiap calon berhak memberikan klarifikasi terbuka dan objektif terhadap informasi yang beredar, sebelum keputusan akhir dibuat.
Bagikan
Berita terkait
Eks Menpora Dito Ariotedjo Jadi Saksi Sidang Kuota Haji Besok
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 17.48
BPK: LK Kemendag dan Kemenkop memperoleh opini WTP
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 16.53
DPD RI Gelar Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026-2031
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 14.55
Ketua BPK bertemu para ketua SAIs anggota MIKTA
ANTARA News · 4 September 2026 pukul 17.24