Penghijauan IKN Pulihkan Ekosistem dan Habitat Satwa Kalimantan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9296368/original/089663500_1784012602-ChatGPT_Image_14_Jul_2026__13.57.28.jpg)
Penghijauan IKN dilakukan untuk memulihkan ekosistem hutan dan melindungi habitat satwa di Kalimantan. Hingga Agustus 2026, lebih dari 5 juta pohon telah ditanam di lahan seluas 8.947,55 hektare. Program ini tidak hanya menanam pohon secara massal, tetapi juga memilih jenis tanaman sesuai dengan karakteristik hutan lokal seperti ulin, meranti, bengkirai, gaharu, balangeran, dan keruing. Selain pohon khas, pohon buah seperti rambutan, kesturi, mata kucing, dan langsat juga ditanam untuk mendukung sumber pakan satwa dan membentuk kembali habitat alami.
Upaya ini mulai menunjukkan hasil positif. Beberapa spesies seperti beruang madu dan lutung merah kembali terlihat di kawasan IKN, sementara burung-burung lokal mulai terdengar kembali. Untuk mendukung mobilitas satwa, dibangun koridor satwa yang menghubungkan kawasan hijau terpisah agar satwa dapat berpindah dengan aman tanpa menghadapi ancaman dari jalan atau bangunan.
Otorita IKN menargetkan 65 persen wilayah menjadi kawasan hijau sebagai bagian dari konsep kota hutan. Penanaman dilakukan secara berkala setiap dua minggu dengan rata-rata 800 hingga 900 pohon per sesi. Masyarakat juga terlibat aktif, seperti dalam kegiatan 'Merdeka Bersama Alam' pada 15 Agustus 2026, di mana lebih dari 2.000 orang menanam 1.709 pohon dari 19 spesies di Kolam Retensi DAS Sanggai, KIPP IKN.
Bagikan
Berita terkait
Peringati HUT ke-81 RI, Otorita IKN Tanam 1.708 Pohon dan Ukir Rekor MURI
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 18.00
Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Komersial
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 22.26
Pemerintah Ajukan Perpres, Bandara IKN Bersiap Layani Penerbangan Komersial
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 20.19
Menhaj: Belum Ada Wacana Buka Embarkasi Haji di Bandara IKN
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 15.37