Penjelasan Dinkes Bali tentang Virus Zika yang Dapat Peringatan dari AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dinas Kesehatan Provinsi Bali memastikan belum ada kasus terkonfirmasi virus Zika di Pulau Dewata, meski CDC Amerika Serikat menerbitkan Travel Health Notice Level 2 terkait Zika di Indonesia, khususnya Bali. Peringatan ini dikeluarkan setelah ada kasus Zika pada pelaku perjalanan yang kembali dari Bali. Virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, yang juga menjadi vektor DBD. Gejala meliputi ruam, demam, mata merah, nyeri otot, nyeri sendi, lemah, dan sakit kepala, muncul setelah inkubasi 3–14 hari dan berlangsung 4–7 hari.
Dinkes Bali bersama Kementerian Kesehatan mengapresiasi sistem peringatan dini global dan mengimbau masyarakat serta wisatawan untuk menerapkan PHBS, menjaga kebersihan lingkungan, dan melaksanakan gerakan 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang) serta penggunaan losion anti-nyamuk, kelambu, atau obat nyamuk. Pencegahan ini bertujuan mencegah gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Untuk mendukung deteksi dini, Kemenkes dan Dinkes Provinsi Bali sedang meningkatkan kapasitas pemeriksaan PCR dan serologi di laboratorium daerah dan rujukan nasional. Selain itu, penguatan sistem surveilans dan pemantauan gejala demam, ruam, dan nyeri sendi dilakukan di puskesmas dan rumah sakit. Pemantauan juga dilakukan di pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan melalui Health Quarantine.
Bagikan
Berita terkait
AS Keluarkan Peringatan Virus Zika untuk Bali, Dispar: Bali Aman dan Nyaman
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 15.05
Waspada Virus Zika di Bali: CDC AS Terbitkan Travel Alert Level 2
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 13.48
Pataka APPAUDI: Mandat, Perlindungan dan Dukungan Pusat untuk Bali
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 18.31
Rekrutmen Ahli Siber, TNI Tawari Pemenang Rise The Ranger 2 Cyber Competition 2026 Jadi Prajurit
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 18.31