Penjualan EV RI Diproyeksi Bisa Lampaui Mobil Konvensional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penjualan kendaraan listrik (EV) diproyeksi lebih tinggi dari kendaraan konvensional pada 2030, dan populasi EV bisa melebihi konvensional pada 2035, demikian pernyataan Ang Andri Pribadi, Wakil Direktur Utama PT Selamat Sempurna Tbk. Ia menyatakan bahwa selama populasi dunia terus tumbuh, keberadaan kedua jenis kendaraan tetap membutuhkan ruang di pasar. Selamat Sempurna telah beralih fokus dari passenger car ke healthy equipment seperti komersial filter, gas, dan aircraft. Bank DBS Indonesia dengan pendekatan pemetaan komponen kendaraan, baik eksklusif konvensional maupun EV, dalam menilai risiko pembiayaan. Ello Hanson, Executive Director di DBS, menekankan bahwa komponen seperti ban, AC, audio, dan braking tetap digunakan pada kedua jenis kendaraan sehingga tidak segera terganti. Meski demikian, DBS akan menerapkan kehati-hatian ekstra dalam pembiayaan terhadap perusahaan yang hanya terkonsentrasi pada kendaraan berbensin. Pasar kendaraan listrik masih besar dan diperkirakan akan terus ada selama konsumsi massal belum sepenuhnya beralih ke EV, sehingga kedua jenis kendaraan akan coexist together dalam waktu lama.
Bagikan
Berita terkait
Video: Mau Beli Mobil Listrik, Ini Yang Jadi Pertimbangan Orang RI
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 20.05
Perubahan Pasar: Kendaraan Listrik Kini Lebih Terjangkau Dibandingkan Mobil Bensin
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 08.08
BCA catat peningkatan pembiayaan EV hingga 2 kali lipat
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 17.39
Barisan Mobil Volvo Bertenaga Baterai Hadir di GIIAS 2026, Apakah Itu?
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 10.31