Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang hingga Pukul 24.00 WIB
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memutuskan memperpanjang penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) hingga pukul 24.00 WIB, meskipun hasil paper test menunjukkan nilai negatif. Perpanjangan ini dilakukan untuk memberikan waktu kepada pihak bandara untuk membersihkan runway, taxiway, dan apron yang terkena debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Dudy menekankan bahwa prioritas utama adalah keselamatan penumpang dan tidak ingin tergesa-gesa membuka operasional penerbangan. Ia menyampaikan kepada Menteri Koordinator bahwa keputusan ini bukan soal prestasi, melainkan keselamatan. Dudy juga menegaskan bahwa pihak bandara tidak ingin terdorong untuk membuka cepat-cepat dengan mengorbankan aspek keselamatan. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Kebumian, dan Energi (BMKG), sebaran debu abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada pukul 12.10 berada di ketinggian 15.000 kaki dan bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 10 knots. Volcanic Ash Advisory Center memperkirakan sebaran abu vulkanik masih terjadi hingga pukul 06.10 WIB pada 8 September.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 19.02
Alasan Menhub Perpanjang Penutupan Soetta Meski Paper Test Negatif
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 14.45
Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang, 624 Penerbangan Tertunda
kumparan · 7 September 2026 pukul 02.29
Penutupan Bandara Soetta-Halim Diperpanjang hingga 08.59 WIB
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 17.40
Penutupan Bandara Soetta Kembali Diperpanjang hingga Pukul 21.30 WIB
Berita terkait
Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang hingga 23.59 WIB
Detik.com · 7 September 2026 pukul 18.30
Paper Test Soetta Negatif Abu Vulkanik tapi Masih Ditutup, Menhub Ungkap Alasannya
Detik.com · 7 September 2026 pukul 15.17
Situasi Terkini Bandara Soetta yang Masih Ditutup Usai Erupsi Anak Krakatau
Detik.com · 6 September 2026 pukul 19.23
AirNav Perpanjang Penutupan 3 Bandara Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
JawaPos · 6 September 2026 pukul 11.15