Penyakit Jantung Bawaan: Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah kondisi kelainan struktur atau fungsi jantung yang terbentuk sejak janin masih berkembang di dalam kandungan. Kelainan ini dapat mempengaruhi aliran darah ke dan dari jantung, tergantung pada bagian yang terdampak seperti katup, ruang jantung, dinding pemisah, atau pembuluh darah. PJB terbagi menjadi dua jenis utama: sianotik yang menyebabkan kulit atau bibir tampak kebiruan akibat rendahnya kadar oksigen, dan asianotik yang tidak menimbulkan gejala warna kebiruan. PJB dapat terdeteksi sejak lahir hingga masa kanak-kanak atau remaja, dengan gejala yang bervariasi mulai dari kebiruan, kesulitan bernapas, mudah lelah, hingga pembengkakan tubuh. Beberapa kasus tidak menimbulkan gejala nyata, sehingga pemeriksaan kesehatan dan USG kehamilan penting untuk deteksi dini. Diagnosis dilakukan melalui ekokardiografi, EKG, kateterisasi jantung, rontgen, CT scan, hingga MRI. Penanganan bergantung pada keparahan: kasus ringan mungkin hanya memerlukan pemantauan, sementara kondisi berat membutuhkan obat, kateterisasi, atau operasi jantung. Deteksi dan penanganan lebih awal penting untuk mencegah komplikasi serius.
Bagikan
Berita terkait
Tak Semua Penyakit Jantung Bawaan Bisa Terlihat saat Hamil, ini Penyebabnya
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 20.20
Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan (PJB): Gejala, Penyebab, dan Penanganan
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 22.00
Tumor Otak Bisa Ditangani: Pentingnya Deteksi Dini dan Gejala Awal
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 17.00
Mengenal Gejala Tumor Otak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 22.20