Penyebab Gempa M7,7 NTT, BMKG: Aktivitas Sesar Back Arc Flores
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi berkekuatan M7,7 yang mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) merupakan akibat aktivitas sesar naik busur belakang atau Back Arc Flores. Potensi kekuatan gempa dari aktivitas sesar tersebut mencapai M7,8, namun BMKG berharap telah mencapai puncaknya yakni hanya M7,7. Gempa susulan masih bisa terjadi dengan intensitas yang lebih kecil. Berdasarkan pemodelan tsunami, gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan dengan tinggi gelombang 0,5 meter hingga 3 meter. BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami dan menaruh tingkat siaga di beberapa wilayah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 08.17
BMKG Catat 37 Gempa Susulan Nagekeo NTT, Terkuat M 6,2
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 07.16
Gempa Flores Agustus 2026, Sebentar-sebentar Ruteng Masih Bergoyang
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 15.10
Gempa NTT Dipicu Sesar Flores, Bahaya dan Punya Rekam Jejak Merusak
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 07.15
Gempa M7,7 Flores Picu 235 Gempa Susulan, BMKG: Butuh 3 Minggu untuk Stabil
Berita terkait
Data BMKG 17 Agustus 2026, Terjadi 1.624 Gempa Susulan Pasca-Bencana di Flores
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 21.41
Gempa M7,0 Guncang Flores, Sejumlah Rumah di Manggarai Timur Ambruk
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 07.37
BMKG: 1624 Gempa Susulan Terjadi Usai Gempa M7,7 Flores NTT
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 14.26
BMKG Catat 1.624 Gempa Susulan di Flores, Aktivitas Masih Fluktuatif
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 13.06