Ambil Dahulu, Bayar Kemudian: Kegagalan Mitigasi Gempa Flores
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa magnitudo 7,7 di perairan Flores pada 15 Agustus 2026, tepat 34 tahun setelah gempa besar 1992 yang menyebabkan 2.500 orang tewas dan tsunami 26 meter, kembali menimbulkan bencana. Hingga 20 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana mencatat 71 orang tewas, 931 luka, dan lebih dari 5.000 warga mengungsi di Manggarai, Manggarai Timur, dan Sikka. BMKG mencatat lebih dari 3.000 gempa susulan. Pada 1992, Indonesia belum memiliki ahli tsunami, dan riset dominasi ilmuwan Jepang. Kepala Gempabumi dan Tsunami BMKG NTT menyatakan paralel antara kerusakan gempa keduanya dengan tragedi 1992.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.17
Gempa Susulan M5,7 Kembali Terdeteksi di Flores NTT, tak Berpotensi Tsunami
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.22
3.002 Gempa Susulan Guncang Flores, BMKG Ungkap Kapan Mereda
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 14.02
Gempa M 5,8 Guncang Nias Selatan 18 Agustus, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 10.29
Sinyal Itu Menyala Lagi di Flores
Berita terkait
2.119 Gempa Susulan Guncang Flores NTT, BMKG Imbau Masyarakat Hindari Bangunan Rusak
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 10.00
Data BMKG 17 Agustus 2026, Terjadi 1.624 Gempa Susulan Pasca-Bencana di Flores
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 21.41
Penyebab Gempa M7,7 NTT, BMKG: Aktivitas Sesar Back Arc Flores
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 10.37
Gempa M 7,7 Guncang Flores, Bupati Sikka Imbau Warga Waspada
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 08.12