Penyensoran China Disebut Perburuk Penanganan Dampak Banjir Nepal-Tibet
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet pada akhir Agustus 2026 menyebabkan tanah longsor, jalan runtuh, dan jembatan tersapu di koridor Himalaya. Kementerian Dalam Negeri Nepal mencatat 903 kematian dan lebih dari 4.200 orang hilang, termasuk warga asing dari India, AS, Eropa, dan Oseania. Di sisi Tibet, setidaknya tiga warga Tibet tewas dan puluhan lainnya mengungsi. Pengamat geopolitik Lopsang Gurung menekankan bahwa penyensoran China terhadap data banjir di Tibet mempersulit akurasi gambaran keseluruhan dampak bencana.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 4 September 2026 pukul 14.20
Korban tewas banjir Nepal-China 1.280 orang, 5.260 masih hilang
Detik.com · 5 September 2026 pukul 21.03
Mukjizat di Balik 2 Orang Selamat Usai Nepal Dihantam Banjir Dahsyat
Detik.com · 5 September 2026 pukul 19.01
10 Hari Tertimbun Usai Banjir Nepal, 2 Orang Berhasil Diselamatkan
Detik.com · 5 September 2026 pukul 17.56
Ajaib! 10 Hari Tertimbun Lumpur, Wanita Nepal Berhasil Diselamatkan
Berita terkait
Korban Tewas Banjir Nepal Bertambah Menjadi 1.252 Jiwa, Keluarga Gelar Pemakaman Simbolis
VOI · 3 September 2026 pukul 16.00
Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Jadi Bertambah Jadi 1.225 Orang
Detik.com · 3 September 2026 pukul 01.02
Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Bertambah Jadi 1.225 Orang
Detik.com · 3 September 2026 pukul 01.02
Korban Tewas Akibat Banjir Bandang Nepal Menjadi 903 Orang, 4.247 Hilang
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 12.58