Perang di Mana-Mana, Prabowo Ogah RI Ketergantungan Negara Lain
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya agar Indonesia tidak bergantung pada impor barang dari luar negeri. Dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD di Gedung Parlemen, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026), ia menyampaikan pentingnya kemandirian nasional agar Indonesia tetap mampu bertahan meski situasi geopolitik menjadi tidak menentu. Menurutnya, konflik dan perang dagang yang terjadi di berbagai belahan dunia seperti Eropa dan Timur Tengah berpotensi menghambat arus lalu lintas barang serta menekan ekonomi global. Oleh karena itu, Indonesia perlu memperkuat kemampuan domestik untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Prabowo menekankan bahwa ketergantungan pada pasokan luar dapat menimbulkan kerentanan, sehingga pemerintah harus memacu pengembangan sektor dalam negeri agar tidak mudah terpengaruh oleh gangguan rantai pasok global. Pidatonya mengedepankan nilai kemandirian sebagai fondasi keamanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian dunia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 10.40
Prabowo Pamer Realisasi Investasi Tembus Rp 1.010 Triliun di Tengah Badai Geopolitik
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 09.50
Target 30.000 Kopdes Prabowo, Pengamat: Itu Bukan Koperasi, Hanya Topeng Bisnis Pejabat
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 08.58
Neng Eem MPR Nilai Pidato Prabowo Berikan Penegasan Arah Pembangunan RI
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 21.45
Menko Pangan Ungkap 17 Provinsi Bakal Tanam Bawang Putih Serentak
Berita terkait
Prabowo Blak-blakan Sebut 2026 Tak Mudah, Dunia Dikepung Perang
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.51
Peringatan Prabowo ke Pengusaha soal Perang Merembet ke ASEAN
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 17.30
SBY Bicara soal Ambisi Prabowo Kejar Ekonomi 6%: Saya Melihat...
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 00.00
PSI Apresiasi Pidato Presiden Prabowo Soal Kesejahteraan Rakyat sebagai Tujuan Utama
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 18.38