Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Perang Kei Car Listrik Pecah di Jepang, Apa Dampaknya di Indonesia?

BYD memasuki pasar kei car listrik Jepang dengan Racco, kei EV pertama dirancang asing dari nol untuk memenuhi regulasi Jepang (panjang maksimal 3,4 meter, lebar 1,48 meter, tenaga maksimal 47 kW). Racco dijual tiga varian dengan harga Rp233 juta hingga Rp271 juta, dilengkapi baterai 22,4 kWh hingga 35,84 kWh dengan jarak tempuh 210 km hingga 320 km. Penjualan Racco unggul dibandingkan Nissan Sakura, kei listrik yang sebelumnya mendominasi pasar.

Namun, BYD menghadapi kelemahan dalam subsidi pemerintah. Pemerintah Jepang memberikan subsidi hingga Rp62,3 juta untuk kei EV lokal, tetapi hanya Rp16 juta untuk Racco sebagai mobil asing. Dengan tambahan subsidi kota seperti Tokyo, harga Racco bisa turun hingga Rp167 juta, tetapi masih lebih mahal dibandingkan Nissan Sakura dan Mitsubishi eK X EV yang dihargai Rp140 juta setelah subsidi.

Pasar kei car sangat penting bagi industri otomotif Jepang, menguasai sekitar 40 persen pasar mobil baru dengan penjualan 1,3 juta unit pada 2024 dari total 4,4 juta mobil baru di Jepang. Ancaman BYD dalam pasar ini tidak hanya soal penjualan, tetapi juga soal kontrol atas segmen entry-level yang sakral bagi pabrikan Jepang sejak 1950-an.

Berita terkait