Jakarta · Kamis, 24 September 2026Cari
WargaKonoha

Perang Saudara Baru Pecah Dekat Arab, Pemberontak Kuasai Bandara Vital

Pasukan Tigray berhasil mengambil alih kendali bandara Mekelle dari pasukan federal Ethiopia dalam operasi semalam, menandai eskalasi konflik hampir empat tahun setelah perjanjian damai 2022 menghentikan perang saudara yang berkepanjangan selama duai tahun. Dua sumber lokal mengonfirmasi pengambilalihan fasilitas vital ini kepada Reuters, sementara pemerintah regional Tigray menyatakan pasukannya telah memasuki fase perang defensif setelah dilaporkan serangan darat dan udara pemerintah federal di berbagai bagian wilayah. Pemerintah federal belum memberikan komentar publik terkait dugaan pengambilalihan bandara dan serangan tersebut.

Situasi ketegangan ini mendorong Ethiopian Airlines untuk menangguhkan layanan penerbangan ke tiga tujuan lokal yakni Mekelle, Shire, dan Axum. Maskapai yang dimiliki negara ini mengumumkan penangguhan tersebut melalui media sosial dan meminta maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Pengumuman ini datang bersamaan dengan pembentukan aliansi baru yang terdiri dari tujuh kelompok bersenjata termasuk Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), yang bertujuan menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Abiy Ahmed dan mendirikan pemerintahan transisi.

Koalisi yang menamakan diri Aliansi Pasukan Rakyat Ethiopia untuk Kelangsungan Hidup ini menuduh pemerintah yang berkuasa bersama Ahmed telah menerapkan pemerintahan diktator. Juru bicara Ahmed, Billene Seyoum, menuduh kelompok pemberontak tersebut bekerja sama dengan dukungan finansial dari Eritrea, namun tuduhan ini ditolak tegas oleh otoritas Eritrea. Perkembangan ini semakin memperkuat kekhawatiran mengenai kemungkinan terjadi perang terbuka baru di Ethiopia, terutama setelah Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus peringatkan bahwa negara berada di ambang konflik baru.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait