Psywar AS Vs Iran Semakin Menjadi-jadi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin memanas setelah serangan gabungan AS dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu, yang turut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Sejumlah serangan saling berselang-seling telah terjadi, meluas ke negara-negara Timur Tengah, hingga berdampak pada penutupan akses Selat Hormuz. Upaya perundingan damai selama berbulan-bulan belum membuahkan hasil, dan kedua belah pihak kini saling menyampaikan ancaman baru. Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang dalam 'mode pengambilan keputusan' yang krusial, memperingatkan bahwa 'hal-hal besar' akan terjadi jika Iran tidak mengubah sikap. Ia menyebutkan pilihan strategis meliputi penghancuran Iran, penguncian ekonomi, atau kembali ke perundingan, sekaligus mengisyaratkan kemungkinan pertemuan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Sidang Umum PBB di New York. Pemerintah AS telah memberikan izin kepada delegasi Iran untuk mengikuti sidang tersebut, namun dengan pembatasan pergerakan dan larangan berbelanja di New York.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 09.16
Menkeu AS Pastikan Semua Akses Penerbangan Iran Dihentikan Total Mulai 23 September
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 20.23
Iran Peringatkan AS dan Negara Timur Tengah, Ancam Serang Pangkalan Militer
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 16.15
Ini Kejutan Baru Iran! Siap Gunakan Senjata Baru dan Ubah Geografi Perang
kumparan · 21 September 2026 pukul 08.26
Rusia Akan Tingkatkan Serangan ke Ukraina Usai Dibombardir 1.600 Drone
Berita terkait
Iran Siapkan Skenario Perang Masa Depan Melawan AS, Ini Detailnya!
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 16.52
Sekjen PBB Desak AS dan Iran Segera Lanjutkan Negosiasi Damai
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 08.53
Tak Ada Takut-takutnya Iran atas Ancaman AS: Ada Balasan untuk Setiap Serangan
Detik.com · 21 September 2026 pukul 10.53
Beda Data, Pentagon Sebut Jumlah Korban AS Saat Perang Iran Lebih Sedikit
Warta Ekonomi · 19 September 2026 pukul 23.53