Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Perbaiki Dampak Gempa NTT, Pemerintah Fokus Pulihkan Akses Logistik

Pemerintah Indonesia mulai menggelar kebijakan penanganan dampak gempa bumi berkekuatan M 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Barat (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan prioritas penanganan meliputi evakuasi korban, penyaluran bantuan, pembukaan akses terputus, serta pemulihan konektivitas dan layanan dasar. Sejumlah pejabat pemerintah pusat telah diterjunkan ke Labuan Bajo dan Maumere untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal. Puluhan ribu paket sembako dari Bantuan Presiden (Banpres) telah dikirimkan untuk kebutuhan masyarakat terdampak.

Dari sektor infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ditugaskan untuk membuka akses yang terputus dan memulihkan konektivitas. Saat ini, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT sedang menangani 12 titik longsoran, termasuk tiga titik di ruas Ruteng-KM 210, satu titik di KM 210-Batas Kabupaten Manggarai, dan delapan titik di ruas Aegela-Batas Kota Ende. Alat berat seperti loader dan excavator telah dikerahkan untuk membersihkan material longsoran. Pemulihan layanan dasar, khususnya ketersediaan air, juga menjadi prioritas. Bendungan Napungete, Waerita, dan Mbay secara visual dalam kondisi baik, sementara di Daerah Irigasi Wae Laku di Manggarai Timur ditemukan kerusakan ringan pada bendung dan longsoran yang menutup saluran sekunder.

Pemerintah terus melakukan verifikasi terhadap kerusakan jalan, jembatan, infrastruktur air, rumah warga, dan fasilitas publik untuk menentukan kebutuhan penanganan fase berikutnya. Kementerian PU bersama BBWS Nusa Tenggara II menyiagakan peralatan seperti drilling rig dan truck crane untuk mendukung penanganan lapangan. Menko AHY menegaskan penanganan tidak akan berhenti setelah fase tanggap darurat, melainkan akan dilanjutkan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi yang lebih tahan terhadap risiko bencana di masa depan. Pemerintah juga menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang kehilangan anggota keluarga akibat gempa.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait