Perdagangan Global Bertahan di Tengah Gempuran Perang-Tarif Trump
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdagangan global bertahan di tengah gempuran COVID-19, konflik Ukraina-Rusia, Iran, serta tarif Trump. Pandemi menyebabkan pabrik tutup, negara mencari mengurangi ketergantungan pada China. Perang Ukraina mengganggu rantai pasok minyak, gas, pangan, dan pupuk. Tarif Trump meningkatkan bea masuk AS ke level tertinggi beberapa dekade, memaksa perusahaan mencari pemasok baru. WTO menyebut gejolak ini sebagai gangguan paling serius dalam 80 tahun. Volume perdagangan barang naik 4,6% tahun lalu, didorong permintaan teknologi AI. Cina tetap eksportir terbesar, AS importir terbesar. Uni Eropa mengurangi ketergantungan gas Rusia dari 37% ke 10%. Harga minyak Brent di atas $100 selama perang. Jika WTO dibubarkan, PDB global bisa turun 5-7% pada 2050. Alternatif antara tarif per negara, perjanjian bebas dagang, atau WTO yang direformasi.
Bagikan
Berita terkait
Perdagangan Global Terus Naik di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 14.10
Perdagangan Global di Titik Kritis, Ekonomi Dunia Bisa Tertekan
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 22.26
Acara OpenAI Mendadak Diserbu Pendemo, Ini Tuntutannya
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 19.30
Data Center AI Menjamur, Listrik-Air Mahal, Orang Kaya Borong Pesawat
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 17.45