Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Trump Ingin Nego Lagi tapi Iran Tak Sudi

Perang yang dikobarkan Amerika Serikat terhadap Iran belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Presiden AS Donald Trump menolak usulan terbaru Teheran mengenai gencatan senjata selama tujuh hari dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Usulan Iran, yang disampaikan melalui mediator Qatar di sela-sidang Majelis Umum PBB, mencakup penghentian permusuahan di Timur Tengah, pencairan aset sebesar USD 12 miliar, serta pencabutan sanksi dan blokade AS terhadap pelabuhan Iran. Trump menyatakan penolongan ini tidak dapat diterima dan mengakui opsi militer tetap terbuka. Meskipun menyatakan negosiasi akan berlanjut, Trump menyindir Iran terlalu percaya diri dengan posisi tawarannya.

Di sisi lain, Iran menyatakan tidak ada rencana baru untuk bernegosiasi dengan AS. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kekecewaan terhadap proses sebelumnya yang diikuti serangan dan sanksi. Delegasi Iran akan pulang ke Teheran setelah menyampaikan sikap tegas melalui perantara Qatar. Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, mengkritik tuntutan Iran sebagai berlebihan dan tidak dapat diterima oleh Washington.

Situasi di kawasan Teluk tetap tidak menentu. Kedua belah pihak saling menolak tawaran, sementara ancaman militer tetap terbuka. Iran menantikan tanggapan atas usulan terbarunya untuk mengakhiri konflik, namun ketidakpercayaan saling mencegah kemajuan perdamaian.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait