Perencanaan Matang Jadi Kunci Efektivitas Penggunaan Insinerator Modern di Proyek PSEL
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penggunaan insinerator modern di proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) membutuhkan perencanaan matang sejak hulu hingga hilir agar beroperasi optimal, aman, dan berkelanjutan. Menurut pakar Lingkungan UGM Nur Azizah, teknologi waste to energy (WTE) seperti insinerasi atau gasifikasi efektif menangani tekanan volume sampah, namun tidak boleh hanya fokus pada pembangunan fasilitas. PSEL Bekasi, berkapasitas 1.500 ton sampah per hari dengan investasi Rp3 triliun, menggunakan teknologi moving grate incinerator dengan Air Pollution Control System (APCS), diproyeksikan beroperasi pertengahan 2028. Karakteristik sampah perkotaan Indonesia yang tinggi kadar air organik berbeda dari sampah Eropa, sehingga mempengaruhi efektivitas pembakaran dan memerlukan pre-treatment khusus, terutama pada musim hujan.
Bagikan
Berita terkait
Jurus Jateng Kelola Ribuan Ton Sampah Jadi Energi hingga Raih Penghargaan
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 11.03
Zulhas: Pemerintah Dorong Teknologi Pirolisis Ubah Sampah Jadi Energi
CNN Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 12.47
969 Ton Sampah Palembang Mulai Dikirim ke PSEL, 141 Armada Dikerahkan
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 21.01
Pertamina Ikut Garap Proyek PSEL di Yogyakarta, Target Beroperasi 2028
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 18.30