Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Pergantian Menteri Keuangan, Guru Besar UMY Soroti soal Kepatutan Komunikasi

Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara secara mendadak pada Senin (14/9) menimbulkan berbagai reaksi. Guru Besar UMY, Prof. Ridho Al-Hamdi, menyoroti pentingnya komunikasi dan kepatutan dalam proses pergantian ini, meskipun mengakui bahwa keputusan tersebut termasuk kewenangan presiden. Menurutnya, pihak yang diganti sebaiknya mendapat pemberitahuan resmi dan kesempatan untuk berdiskusi sebelum keputusan diumumkan. Pergantian tiba-tiba ini berpotensi memengaruhi dinamika internal kementerian dan program yang sedang berjalan.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto menegaskan bahwa pergantian ini adalah hak prerogatif presiden dan hal yang lumrah. Komite IV DPD RI juga mengusulkan kenaikan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) 2027 sebesar Rp45,22 triliun untuk memperkuat fiskal daerah dan penanganan bencana. Anggota Komisi VI DPR RI, Ahmad Labib, meminta Menkeu baru segera memastikan penyelesaian pembiayaan PT Kereta Cepat Indonesia China.

Beberapa tokoh juga menyampaikan harapan kepada Menkeu Suahasil Nazara. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Dede Yusuf menilai perombakan ini tepat untuk memulihkan kepercayaan pasar. ASEAN Economist UOB, Enrico Tanuwidjaja, menyarankan agar Menkeu melakukan rekalibrasi anggaran untuk sektor kesehatan, UMKM, dan pendidikan guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Direktur Core Indonesia, Mohammad Faisal, mendorong agar Menkeu berani melakukan terobosan ekonomi, bukan hanya menjaga kesehatan fiskal. Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi di bawah kepemimpinannya mencapai di atas 5%.

Berita terkait