Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Peringati Hari Kunjung Perpustakaan, Perpusnas Ajak Generasi Muda Kenali Warisan Pengetahuan Nusantara

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mengadakan pameran bertajuk "Merawat Ingatan, Menggugah Kesadaran" dari 14 hingga 30 September 2026 di Gedung Grha Literasi, Jakarta, sebagai bagian dari peringatan Hari Kunjung Perpustakaan 2026. Pameran ini menampilkan berbagai manuskrip Nusantara yang telah diakui dalam Ingatan Kolektif Nasional (IKON) dan Memory of the World (MOW) UNESCO, seperti karya terkait Syekh Yusuf, Babad Diponegoro, Sutasoma, dan La Galigo. Melalui pendekatan visual yang komunikatif, pameran bertujuan mendekatkan generasi muda dengan warisan intelektual bangsa agar dapat dipahami dan dimaknai kembali. Pameran dibagi menjadi empat narasi utama: "Warisan Indonesia untuk Dunia", "Warisan Nilai Bersama", "Warisan Perempuan", dan "Warisan Karya Istimewa". Narasi-narasi ini menekankan bahwa manuskrip bukan sekadar benda lama, tetapi sumber pengetahuan yang menyimpan cerita tentang manusia, masyarakat, pemikiran, nilai, dan pengalaman yang diwariskan secara turun-temurun. Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, menyampaikan bahwa perpustakaan bukan hanya tempat penyimpanan buku, tetapi juga penjaga ingatan bangsa yang harus terus dipelajari dan diterapkan oleh generasi mendatang. Sebagai bagian dari rangkaian Hari Kunjung Perpustakaan, Perpusnas juga mengadakan berbagai kegiatan literasi seperti kelas literasi anak, kelas menulis cerpen, gelar wicara, pembahasan naskah kuno, dan peluncuran buku. Tema hari jadi Perpusnas ke-45 adalah "Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa". Hari Kunjung Perpustakaan pertama kali dicetuskan oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI pertama, Mastini Hardjoprakoso, dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 14 September 1995 sebagai bagian dari Bulan Gemar Membaca.

Berita terkait