Erupsi Anak Krakatau Berubah, Suplai Magma Masih Terpantau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345140/original/019988300_1789021509-1001648010.jpg)
Gunung Anak Krakatau mengalami perubahan aktivitas setelah erupsi menerus selama 25 jam pada 4-6 September 2026. Saat ini, aktivitas permukaan melandai dan beralih menjadi erupsi Strombolian dengan tercatat 14 kali letupan berkala. Meski demikian, Badan Geologi Kementerian ESDM tetap menetapkan status Level III (Siaga) karena adanya peningkatan gempa vulkanik yang mengindikasikan suplai magma dari kedalaman masih berlangsung.
Badan Geologi terus memantau kondisi gunung melalui stasiun yang masih berfungsi dan pengamatan visual, sembari menyiapkan perbaikan alat yang rusak. Masyarakat, wisatawan, dan pelaut dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif guna menghindari bahaya material pijar, abu vulkanik, dan awan panas. Warga terdampak hujan abu diimbau menggunakan masker dan melindungi sumber air bersih.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 11 September 2026 pukul 15.56
Badan Geologi Catat 4 Kali Aktivitas Gempa di Anak Krakatau hingga Siang Tadi
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 12.14
Anak Krakatau Alami 13 Kali Erupsi Strombolian usai Meletus selama 25 Jam
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 21.00
NASA Ungkap Potret Satelit Gunung Anak Krakatau Saat Erupsi
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.05
Pakar: Aktivitas Magma Gunung Anak Krakatau Masih Tinggi meski Seismik Menurun
Berita terkait
Erupsi Gunung Anak Krakatau Bakal Membesar? Ini Kata Badan Geologi
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 12.30
Kondisi Terkini Krakatau, Badan Geologi Ungkap Potensi Erupsi Lagi
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 12.20
Masih Siaga! Anak Krakatau Erupsi Lagi-Gempa Menerus Terjadi Hari Ini
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 10.35
Kondisi Gunung Anak Krakatau Siang Ini-Melihat Dekat dari Kapal TNI AL
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 13.07