Peringati Kemerdekaan, Gus Ipul Ajak Asah Kepekaan terhadap Persoalan Sosial
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak masyarakat, khususnya jajaran Kementerian Sosial, untuk tetap mempertahankan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial setelah perayaan Kemerdekaan. Dalam acara penutupan Rangkaian Perlombaan HUT ke-81 Republik Indonesia, ia menekankan pentingnya kesadaran terhadap 'invisible people', termasuk anak-anak dari keluarga tidak mampu yang belum mendapatkan akses pendidikan. Gus Ipul mendorong pegawai untuk 'speak up', berkolaborasi, dan menyukseskan program sosial yang ada. Pesan ini diperkuat dengan pemutaran film dokumenter tentang Agista Saputri, seorang anak yang berhasil masuk Sekolah Rakyat Terintegrasi setelah dulu tidak pernah sekolah dan membantu keluarga dengan menjual gambar di jalanan.
Gus Ipul juga menegaskan pentingnya transparansi dalam pelaporan program Kementerian Sosial, dengan kata-katanya: 'Penting untuk mengabarkan apa yang kita kerjakan. Kerjakan apa yang kita kabarkan.' Ia menyampaikan bahwa kolaborasi dan kepedulian sosial harus terus dipelihara dalam keseharian, bukan hanya pada momen peringatan kemerdekaan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico menyatakan bahwa rangkaian kegiatan ini bertujuan mempererat kebersamaan antarpegawai melalui berbagai kompetisi seperti bulu tangkis, bola voli, futsal, dan lomba estafet. Sekretariat Jenderal berhasil meraih juara umum dengan membawa pulang Piala Bergilir Menteri Sosial setelah menang dalam beberapa cabang, termasuk bulu tangkis, bola voli, catur, dan tenis meja.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Berita terkait
Survei Median: Mayoritas Publik Puas Program Sekolah Rakyat
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 09.47
Jessie, Siswi Sekolah Rakyat Tampil di Istana hingga Dapat Tanda Tangan Seskab
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 20.10
Menag Ajak ASN hingga Tokoh Agama Jadi Agen Perlinsos untuk Membantu Sesama
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 14.48
Hakim bertanya: ada ijazah? Jawabannya: tidak ada. Lalu bagaimana tim Kemendikbud melakukan penyetaraan pendidikan Gibran?
Warta Ekonomi · 3 Oktober 2026 pukul 09.53