Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Peristiwa Rabiul Awal : Salat Jumat Pertama Rasulullah SAW di Madinah, Begini Sejarah dan Kisahnya

Salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam terjadi pada bulan Rabiul Awal, yaitu pelaksanaan salat Jumat pertama oleh Rasulullah SAW di Madinah. Salat tersebut dilaksakan di Masjid Jumat yang terletak di Wadi Ranuna, dekat Masjid Quba. Namun, praktik berkumpul dan melaksanakan salat pada hari ini sebenarnya sudah ada sebelum hijrah Nabi ke Madinah. Sebelum disebut Jumat, hari tersebut dikenal sebagai Arubah, yang berarti 'hari yang agung'. Menurut sejarah, kaum Anshar pertama kali menggunakan istilah Jumat untuk menyatakan hari berkumpalnya umat. Mereka memilih hari Arubah sebagai waktu berkumpal, berzikir, dan berdoa, mengingat umat Yahudi memiliki Sabtu dan umat Nasrani memiliki hari Ahad untuk berkumpal. Dalam pertemuan tersebut, kaum Anshar melaksanakan salat dua rakaat dengan As'ad bin Zurarah sebagai imam, yang juga menyembelih kambing untuk makan bersama. Sejak peristiwa ini, hari Arubah pun secara resmi dikenal sebagai Jumat.

Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda bahwa Jumat adalah sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya. Dalam hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW menyatakan bahwa pada hari Jumat, Adam diciptakan, dimasukkan ke surga, dan dikeluarkan darinya. Selain itu, kiamat hanya akan terjadi pada hari Jumat. Hadis ini menegaskan keutamaan hari Jumat di atas hari-hari lainnya dalam kalender Islam.

Pelaksanaan salat Jumat kemudian dilanjutkan oleh Rasulullah SAW setelah tiba di Madinah, di Masjid Jumat. Inilah fondasi bagi tradisi salat Jumat yang menjadi kewajiban bagi warga Madinah dan kemudiannya seluruh umat Islam. Dengan demikian, hari Jumat tidak hanya sebagai hari istirahat, tetapi juga sebagai momentum spiritual dan sosial bagi umat Muslim untuk berkumpal, berdoa, dan mendengar pengajian.

Berita terkait