Perlombaan Antariksa Meningkat, Akankah Bulan Menjadi Tempat Pembuangan Sampah Baru?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bagian atas roket Falcon 9 seberat 4.000 kg menghantam permukaan Bulan pada 5 Agustus 2026, memicu awan debu regolit besar yang terlihat dari Bumi. Insiden ini menambah total material manusia di Bulan yang kini mencapai sekitar 200 ton, terdiri dari sisa misi bersejarah seperti Apollo dan Lunokhod, hingga sampah roket yang tidak sengaja tertinggal.
Para ahli memperingatkan bahwa peningkatan aktivitas antariksa komersial dan antarnegara tidak dibarengi dengan tata kelola internasional yang memadai. Meskipun Outer Space Treaty 1967 melarang pencemaran merugikan, tidak ada definisi spesifik mengenai batas jumlah sampah atau kewajiban pengangkutan kembali objek. Dampaknya, tabrakan benda besar berisiko merusak bukti geologis alami serta mengganggu instrumen ilmiah di pangkalan masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 10.30
Fakta-Fakta Bulan Kian Menjauhi Bumi, Dampaknya Dirasakan Manusia
Berita terkait
Roket Elon Musk Tabrak Bulan, Buktinya Masih Dicari
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 11.00
Roket SpaceX Seberat 4 Ton Bakal Tabrak Bulan Besok
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 17.30
Roket SpaceX Tabrak Bulan, Para Ahli Peringatkan Risiko Pemukiman Manusia
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 09.44
Bulan Terus Menjauhi Bumi, Manusia Mulai Rasakan Dampaknya
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 12.40