Ahli Ungkap Penyebab dan Dampak Menjauhnya Bulan dari Bumi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bulan sedang menjauhi Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 cm per tahun, atau sekitar 38 meter dalam sepersepuluh abad. Fenomena ini disebabkan oleh interaksi gravitasi antara Bumi dan Bulan yang berlangsung dalam jangka panjang. Menurut Profesor Thomas Djamaluddin dari Pusat Riset Antariksa BRIN, gaya pasang surut yang ditimbulkan gravitasi Bulan pada lautan Bumi menyebabkan transfer momentum yang mendorong Bulan semakin jauh. Jarak rata-rata Bumi-Bulan saat ini mencapai 384.000 km. Dampaknya, rotasi Bumi juga perlahan melambat, sehingga panjang hari diperkirakan akan bertambah 1 jam dalam 200 juta tahun ke depan, mencapai 25 jam. Proses ini sudah berlangsung selama jauh lebih lama dari usia peradaban manusia dan tidak memberikan dampak langsung yang terasa bagi kehidupan sehari-hari di Bumi. Fenomena ini merupakan proses alamiah yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Bulan tidak akan lepas dari gravitasi Bumi dalam waktu dekat, meskipun pada jauh-jauh hari, Bumi dan Bulan bisa saling terikat rotasinya secara permanen. Namun, sebelum itu terjadi, Matahari diperkirakan akan menjadi raksasa merah dalam sekitar 5-7 miliar tahun dan menghancurkan sistem tata surya ini.
Bagikan
Berita terkait
Bulan Terus Menjauh dari Bumi, Seberapa Besar Dampaknya?
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 21.19
Fakta-Fakta Bulan Kian Menjauhi Bumi, Dampaknya Dirasakan Manusia
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 10.30
Bulan Terus Menjauhi Bumi, Manusia Mulai Rasakan Dampaknya
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 12.40
Bulan Benar-Benar Bergerak Menjauhi Bumi, Begini Dampaknya
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 14.45