Pernyataan soal Londo Ireng Banyak Dikritik, Komdigi Buka Suara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang 'Londo Ireng' yang merujuk pada LSM dan jurnalis menuai kritik luas. Prabowo menyampaikan hal itu saat pidato di Harlah ke-28 PKB di Jakarta, 23 Juli 2025. Aliansi jurnalis menggelar aksi protes di sejumlah kota pada 27 Juli 2025, mengecam pelabelan tersebut sebagai bentuk perendahan profesi. Menanggapi polemik, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Dirjen KPM Fifi Aleyda Yahya meminta publik melihat konteks utuh pernyataan Prabowo. Komdigi menegaskan bahwa pesan tersebut merupakan kiasan politik, bukan untuk menyudutkan profesi tertentu, dan mengajak menjaga optimisme nasional. Pemerintah menghormati kebebasan pers dan kritik, namun mengingatkan agar ruang publik tidak dipenuhi narasi pesimistis yang sistematis. Organisasi jurnalis gabungan (AJI, AJMAN, KOMA, SIEJ, PFI, PPMN) dalam pernyataan bersama menilai istilah 'Londo Ireng' bersifat peyoratif dan mendelegitimasi kerja jurnalis.
Bagikan
Berita terkait
Beri Dukungan Moral, Komdigi dan DPRD Depok Sambangi Rumah Arie Basuki
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 14.41
Dapat Penghargaan yang Ditandatangani Prabowo, Uchenk: Saya Akan Tetap kritis Pada Kekuasaan yang Bapak Pegang
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 19.51
Pemerintahan Prabowo Disindir Dijalankan Cuma Atas Dasar Firasat, Kerja Menteri Dianggap 'Seni Menebak Keinginan Presiden
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 19.43
Komdigi Deteksi Sinyal Terakhir Jurnalis Hilang Kontak di Pulau Sebesi
Liputan6.com · 12 September 2026 pukul 17.15