Pertahanan Rudal AS di Titik Nadir, Tak Bisa Dibayangkan jika Diserang China dan Rusia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Militer AS telah menghabiskan hampir 80% rudal pencegatnya untuk sistem pertahanan rudal utama, menandakan kondisi pertahanan udara Amerika di titik nadir. Menurut laporan persediaan terbaru, stok THAAD AS turun hampir empat perlima dibanding sebelum perang Iran, sementara rudal Patriot habis sekitar setengahnya sejak konflik dimulai. Sebelum perang, AS diperkirakan memiliki sekitar 2.200 rudal Patriot dan 452 rudal THAAD. Pengungkapan rendahnya persediaan THAAD ini belum pernah dilaporkan sebelumnya.
Kekhawatiran ini semakin mendalam setelah Sekutu Teluk menyampaikan bahwa kekurangan sistem pertahanan udara dapat menghambat kemampuan mereka menangkis serangan rudal dan drone Iran. Beberapa negara yang bergantung pada sistem pertahanan udara AS khawatir persediaan yang menipis akan memengaruhi respons terhadap potensi eskalasi.
Isu persediaan senjata kembali muncul sebelum keputusan Presiden Trump akhir pekan lalu untuk membatalkan serangan baru terhadap Iran. Penasihat militer senior Trump menyuarakan kekhawatirannya tentang berkurangnya amunisi utama selama diskusi tentang peningkatan konflik. Pada hari Jumat, rencana serangan besar-besaran sudah disiapkan, namun Trump memutuskan untuk mundur setelah mendengarkan kekhawatiran sekutu Timur Tengah tentang potensi pembalasan Iran terhadap infrastruktur energi mereka.
Bagikan
Berita terkait
Militer dan Intelijen AS Akan Kurangi Jumlah Pasukan di Timur Tengah, Ini 6 Alasannya
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 04.40
AS Kehilangan 25 Persen Armada Drone MQ-9 Reaper dalam Perang Iran
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 20.05
Militer AS Kasih Boeing Rp 357 Triliun untuk Buat Jet Tempur Canggih
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 08.45
Trump Tolak Tawaran Iran, Pilih 'Obral' Kesepakatan dengan China
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 21.46