Perwakilan Papua Ungkap Kriteria Ketum Baru PBNU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335445/original/070215600_1787983971-5b90d52e-c5de-4368-ba62-3e382291a72c.jpg)
Sidang pleno penetapan komisi-komisi PBNU sedang berlangsung di Jombang, Jawa Timur, diikuti perwakilan NU dari berbagai daerah termasuk Papua. Abdul Kahar Yelipele, Ketua PWNU Papua Pegunungan, menyatakan bahwa seluruh keputusan sidang disepakati bersama tanpa saling merugikan. Namun, ia menekankan bahwa calon Ketua Umum PBNU baru harus mampu membawa organisasi menuju keadaan yang lebih baik di masa depan.
Yelipele menekankan pentingnya etika dan akhlak yang baik dalam kepemimpinan, yang menjadi fondasi roh Islam menurutnya. Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat Muslim di Papua, termasuk anggota NU, membutuhkan perhatian khusus terutama di wilayah konflik dan tertinggal. Oleh karena itu, ia mendorong agar korwil (koordinator wilayah) dan Ketua Umum PBNU baru segera turun ke lapangan untuk melihat kondisi sesungguhnya dan mencari solusi yang tepat.
Sebagai bagian dari NU, Yelipele bersyukur hidup dalam bingkai NKRI dan merasa bangga menjadi bagian dari organisasi yang pernah memperboleinkan pengibaran bendera Papua Bintang Kejora di masa lalu. Ia berharap agar pengurus NU ke depan terus memberikan pembinaan khusus kepada komunitas di daerah terpencil, khususnya di Papua, untuk semua umat bukan hanya kaum Muslim.
Bagikan
Berita terkait
Titik Api Terus Bermunculan, Warga Biak Numfor Papua Minta Penanganan Karhutla Diperkuat
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 06.19
Indonesia-Timor Leste Buka Peluang Kerja Sama, Papua Masuk Pembahasan
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 03.42
Warga Khawatirkan Titik Api Baru Karhutla Biak Numfor
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 22.10
Wamendagri Soroti Keterlambatan Penyaluran Dana Otsus di Tanah Papua
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 17.21