Pesan Putra Sayuti Melik untuk Indonesia: Merdeka Itu Damai, Bukan Bermusuhan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Heru Baskoro, putra bungsu pengetik naskah proklamasi Sayuti Melik, menyampaikan pesan bahwa kemerdekaan Indonesia harus diartikan sebagai perdamaian abadi, bukan sekadar kebebasan dari penjajahan. Menurutnya, tugas generasi penerus adalah merawat kemerdekaan yang telah diraih agar Indonesia menjadi negara yang aman dan damai. "Merdeka itu artinya negara yang tidak terjajah, aman, saling bantu-membantu dengan negara lain," ujarnya. Heru menekankan bahwa semangat gotong royong dan kerja sama antarmanusia serta antarnegara menjadi inti dari kemerdekaan sejati. Frasa "Perdamaian Abadi" dalam Pembukaan UUD 1945 menjadi landasan pemikirannya, menegaskan bahwa tidak boleh ada permusuhan antarmanusia di manapun. Lahir pada 1 Juni 1942 di Semarang, Heru kini tinggal di panti jompanjang milik Kementerian Sosial di Bekasi setelah sebelumnya hidup susah menyewa kamar kontrakan dengan biaya Rp 560.000 per bulan bersama istri.
Bagikan
Berita terkait
Siap-Siap Ada Negara Baru Dekat RI, Bakal Merdeka 2030
CNBC Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 21.00
Peneliti Pasifik Research: Memahami Akar Persoalan Papua Penting untuk Bangun Kepercayaan
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 21.52
Negara Ini Dikecam karena Bantai 23 Gajah untuk Hidangan Perayaan Kemerdekaan
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 14.13
Polri Lepas Satgas FPU 8 Minusca untuk Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 14.19