RI Sulit Garap "Harta Karun" Langka, Negara Lain Kunci Teknologinya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mengolah Logam Tanah Jarang (LTJ) karena rumitnya proses pemisahan 17 unsur kimia yang berada dalam satu golongan tabel periodik. Beberapa negara pengembang sengaja mengunci teknologi pemisahan, sistem rantai pasok, hingga bahan kimia yang diperlukan untuk menghambat negara lain.
Persaingan global kini bergeser dari kepemilikan cadangan mineral ke penguasaan teknologi, dipicu lonjakan kebutuhan energi bersih. Permintaan mineral untuk mobil listrik meningkat 6 kali lipat dan pembangkit listrik tenaga angin darat naik 9 kali lipat dibanding pembangkit gas. Menanggapi hal ini, Badan Industri Mineral (BIM) berupaya mempercepat riset melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, BRIN, dan industri untuk mencapai kedaulatan teknologi dan berhenti menjadi sekadar penyedia bahan mentah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 14 September 2026 pukul 16.54
iPhone Duo hingga 18 Pro Max Lulus TKDN, Rilis Cepat di Indonesia?
kumparan · 14 September 2026 pukul 11.24
Harga iPhone 17, 16, dan 15 Versi Basic di RI Naik Lagi usai Rilis iPhone Duo
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 09.15
Berapa Harga iPhone Duo di Indonesia? Ini Prediksinya
Berita terkait
RI Akan Sulit Kembangkan LTJ, Beberapa Negara Sudah Kunci Teknologinya
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 18.40
Peta Penguasa Logam Tanah Jarang Dunia, di Mana Posisi RI?
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 15.30
Peta Negara Pemilik LTJ Terbanyak di Dunia, Ada Tetangga RI
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 13.20
Bawa Teknologi Intel Wildcat Lake, Merek Lokal ADVAN Luncurkan Laptop AIR NEO
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 11.50