Petani Keluhkan Harga Pupuk Rp350.000 per Kuintal, Tembus Dua Kali Lipat HET
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ratusan petani di Desa Sinarjaya, Pandeglang, mengeluhkan harga pupuk yang mencapai Rp350.000 per kuintal, dua kali lipat dari harga eceran tertinggi (HET) pemerintah sebesar Rp180.000 untuk urea dan Rp184.000 untuk NPK. Keluhan ini disampaikan dalam Sarasehan Petani yang digelar Komunitas Rakjat Bitjara pada 10 Agustus 2026, bersamaan dengan masalah krisis air akibat kekeringan yang mengeringkan sungai irigasi, memperparah kondisi pertanian dan kebutuhan air rumah tangga. Program Koperasi Desa Merah Putih, dibentuk berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 sebagai penyalur pupuk pengganti setelah Kementerian Pertanian mencabut izin pengecer yang menjual pupuk di atas HET, belum dikenal luas di masyarakat. Beberapa petani, seperti Rukmana, mengaku tidak mengetahui keberadaan koperasi ini, menunjukkan sosialisasi yang belum optimal. Kepala Desa Sinarjaya dan Ketua Kopdes Merah Putih setempat tidak hadir dalam forum meskipun diundang, dan belum memberikan keterangan. Juru bicara Komunitas Rakjat Bitjara, Akhrom Saleh, menilai temuan di lapangan mengungkap kesenjangan antara rancangan program dengan realitas di tingkat kampung.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 16.15
Petani Pandeglang Keluhkan Harga Pupuk dan Keberadaan KDMP
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 20.32
Menkop Dorong Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi untuk Sejahterakan Petani
Berita terkait
Transaksi Koperasi Merah Putih Tembus Rp 179 Miliar, Beras Terlaris
Liputan6.com · 9 Agustus 2026 pukul 15.25
LPDB Koperasi Rayakan 2 Dekade, Salurkan Ratusan Bantuan Sosial untuk Lansia
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 11.48
Soal Upah Kupas Bawang, Politikus PDIP: Bisa Rp210 Juta per Bulan
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 11.07
Koperasi Awards 2026 Soroti Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 10.23