Petani Pandeglang Keluhkan Harga Pupuk dan Keberadaan KDMP
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga pupuk bersubsidi di Kampung Montor, Desa Sinarjaya, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, melambung hampir dua kali lipat dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Petani lokal, seperti Epen, dilaporkan membeli pupuk bersubsidi dengan harga mencapai Rp350.000 per kuintal, jauh di atas HET yang ditetapkan pemerintah. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025, HET pupuk urea ditetapkan pada Rp180.000 per kuintal, dan NPK pada Rp184.000 per kuintal. Selain kenaikan harga pupuk, petani juga dilaporkan menghadapi kondisi kekeringan karena sungai sumber air warga mengering. Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang diharapkan membantu akses pupuk justru belum dikenal luas oleh masyarakat setempat. Dalam Sarasehan Petani yang digelar Komunitas Rakjat Bitjara, ratusan petani menyuarakan berbagai permasalahan termasuk jalan rusak, keterbatasan air bersih, fasilitas MCK, dan rendahnya literasi. Kenaikan harga pupuk dan kekeringan ini semakin membebani petani yang bergantung pada pertanian untuk mata pencaharian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 12.16
Petani Keluhkan Harga Pupuk Rp350.000 per Kuintal, Tembus Dua Kali Lipat HET
Berita terkait
808 Hektare Sawah di 17 Kecamatan Pandeglang Kekeringan
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 07.25
Dari Wonosobo, Workshop Pertanian Nasional Dorong KDMP Jadi Kekuatan Ekonomi Rakyat
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 19.43
250 KK di Pandeglang Terima Bantuan 48 Ribu Liter Air Bersih
JPNN.com · 29 Juli 2026 pukul 20.08
Atasi Kekeringan di Klaten, 548 Tangki Bantuan Air Tersalurkan
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 23.09