Petinggi Angkatan Darat AS Bakal Mundur, Berseteru dengan Menteri Perang Hegseth
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sekretaris Angkatan Darat AS, Jenderal Randy George yang saat ini menjabat sebagai pelaksana tugas, diperkirakan akan mengundurkan diri pada akhir tahun 2026. Pengunduran diri ini terkait dengan perseteruan yang berkepanjangan dengan Menteri Perang Pete Hegseth. Sejak April 2026, Hegseth telah mencopot Kepala Staf Angkatan Darat sebelumnya, Jenderal Randy George, tanpa memberikan penjelasan rinci. Akibatnya, Angkatan Darat AS belum memiliki kepala staf yang dikukuhkan Senat secara permanen. Jenderal Christopher LaNeve, yang juga merupakan mantan ajudan militer senior Hegseth, saat ini menjabat sebagai pelaksana tugas Kepala Staf Angkatan Darat.
Menurut laporan The Wall Street Journal, ketegangan antara petinggi Angkatan Darat dan Hegseth semakin membesar sejak awal pemerintahan Presiden Donald Trump. Isu utama mencakuti perencanaan kunjungan Wakil Presiden JD Vance dan Presiden Trump ke pangkalan militer, serta diskusi mengenai reformasi struktural Angkatan Darat. Driscoll, mantan anggota Army Ranger dan teman dekat JD Vance, sempat berusaha mengatur agenda ini, namun hal ini justru memicu ketidaksepakatan dengan Hegseth. Laporan juga menyeakan bahwa keluarga Driscoll telah pindah dari kediaman resmi di Joint Base Myer-Henderson Hall ke North Carolina, sementara ia kini tinggal di apartemen yang lebih kecil.
Kosongnya posisi kepemimpinan tinggi di Angkatan Darat AS ini menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya pada kohesi militer dan koordinasi strategis, terutama di tengah tantangan global yang kompleks. Komando militer AS juga baru-baru ini memecat jenderal senior lainnya yang menjadi Komando di Eropa, menambah ketidakpastian mengenai arah kebijakan militer di bawah pemerintahan Trump yang kedua.
Bagikan
Berita terkait
AS vs Sekutu NATO Memanas, PM Kanada: Kami Diserang!
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 05.48
Trump Bebaskan Sementara Tarif Impor Daging Sapi Giling untuk Turunkan Harga
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 18.15
Donald Trump Dipertimbangkan Jadi Nama Kapal Induk Baru AS
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 16.35
Menlu Aragchi Yakin Sanksi Ekonomi Terbaru AS ke Iran Pasti Gagal
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 15.48