Petugas Cekcok dengan Tukang Cukur soal Bendera Bukan Pegawai Kecamatan Bogor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323042/original/092058300_1786598154-Screenshot_2026-08-13_120817.jpg)
Camat Rancabungur Dita Aprilia pada Kamis, 13 Juni 2026, membuka suara terkait polemik petugas yang mendatangi pemilik pangkas rambut Nur Hidayat alias Abuy soal imbauan pemasangan bendera Merah Putih. Dita menegaskan orang tersebut bukan pegawai Kecamatan Rancabungur. Ia menyatakan tidak pernah menginstruksikan orang itu untuk mengintimidasi atau mengeluarkan kata-kata kurang sopan kepada Abuy. Pihak kecamatan juga membantah mengintimidasi Abuy agar meminta maaf atas pernyataannya bahwa Indonesia belum merdeka.
Menurut Dita, permintaan pemasangan bendera hanya bersifat imbauan, bukan paksaan. Imbauan itu bertujuan mengingatkan masyarakat atas perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Warga diminta mengibarkan bendera Merah Putih sepanjang 1 hingga 31 Agustus. Langkah ini sejalan dengan instruksi Pemerintah Kabupaten Bogor agar para camat membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat.
Video insiden tersebut menjadi sorotan dan memicu pro-kontra di masyarakat. Abuy akhirnya meminta maaf setelah mendapat teguran dari aparatur Kecamatan Rancabungur. Melalui video klarifikasi, ia mengakui kesalahannya, menegaskan bahwa Indonesia sudah merdeka, dan menyatakan menyesal atas ucapannya.
Bagikan
Berita terkait
79 Bangunan Tanpa Izin Ditertibkan di Pasar Cisarua Bogor, Ini Penataan Berikutnya
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 20.00
PSEL Galuga Serap Investasi Awal 160 Juta Dolar AS, Olah 2.000 Ton Sampah per Hari
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 10.00
Usut Kasus Mafia Tanah PTSL 2019, Polda Metro Jaya Geledah Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 16.00
Pengangkutan Sampah Kota Bogor Kembali Normal, 128 Armada Masuk ke TPAS Galuga
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 14.00