Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pidato Kenegaraan Prabowo Dinilai Konkrit Tunjukkan Arah Pemerintahan

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto sebag sebagai 99,9. Menurutnya, pidato tidak hanya berisi pesan politik, tetapi juga memaparkan capaian nyata pemerintah melalui data terukur. Iwan menyoroti peningkatan laba BUMN dari Rp186 triliun menjadi Rp326 triliun, yang menunjukkan perbaikan tata kelola dan efisiensi yang signifikan. Ia juga memuji keberanian pemerintah melakukan koreksi terhadap data dan kinerja institusi negara, sekaligus membangun budaya pemerintahan yang tidak hanya mengandalkan angka di atas kertas.

Iwan melihat benang merah pidato Prabowo berupa gagasan kemandirian nasional melalui industrialisasi, hilirisasi, penguatan BUMN, ketahanan pangan, energi, dan pengembangan industri nasional. Salah satu contoh nyata adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi bagian penting dari arah pemerintahan. Prabowo menekankan bahwa Indonesia harus menjadi negara yang memproduksi, mengolah, memiliki teknologi, menciptakan nilai tambah, dan menikmati hasil kekayaan alamnya sendiri, bukan hanya menjadi pasar.

Menurut Iwan, pidato kenegaraan ini harus menjadi kontrak kinerja yang dapat diuji oleh publik. Ia menyarankan agar capaian pemerintah dinilai kembali pada tahun berikutnya berdasarkan indikator terukur seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, pengangguran, daya beli, investasi, penerimaan negara, kinerja BUMN, serta kualitas pendidikan dan kesehatan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait