Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pidato Prabowo, Sekolah Rakyat dan Fondasi SDM Kita

Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 di Kompleks Parlemen Senayan pada 14 Agustus 2026. Dalam pidatonya, ia menyoroti berbagai agenda strategis pemerintah termasuk swasembada pangan, pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, penguatan BUMN, koperasi desa, dan program Sekolah Rakyat. Prabowo menekankan bahwa dalam 21 bulan pemerintahannya, 182 Sekolah Rakyat telah beroperasi, dengan 93 di antaranya adalah bangunan permanen yang selesai dalam kurang dari satu tahun. Program ini diluncurkan untuk menghadirkan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan data diverifikasi oleh Kementerian Sosial RI. Sekolah Rakyat dilengkapi dengan tiga kurikulum: Persiapan (identifikasi bakat dan minat), Sekolah Formal (sesuai regulasi nasional), dan Sekolah Asrama (pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan). Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam keberhasilan program ini. Ia juga menampilkan prestasi siswa Sekolah Rakyat, termasuk tujuh juara Olimpiade Nasional, siswa karateka tingkat kabupaten, dan anggota Paskibraka Nasional. Program ini sejalan dengan Pasal 34 UUD 1945 dan bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas.

Menurut Prabowo, pendidikan merupakan indikator utama kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Data BPS tahun 2025 menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia mencapai 75,90, sementara Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas hanya 9,07 tahun. Angka Partisipasi Murni (APM) tingkat SMA/sederajat nasional berada di 68,23%, menunjukkan ketimpangan akses pendidikan antar wilayah dan kelompok ekonomi. Banyak anak dari keluarga miskin terpaksa berhenti sekolah, sehingga kemiskinan berulang dari generasi ke generasi. Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi untuk menghilangkan hambatan akses pendidikan, dengan negara memberikan pendidikan akademis dan pembentukan karakter agar anak-anak miskin siap bersaing di dunia kerja. Kebijikan ini juga menjadi wujud pelaksanaan amanat Pembukaan UUD 1945 dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait