Pilu Nasib Sopir Dibakar Bos di Bali: Meninggal Dunia, Keluarga Berduka
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

IGS (20), seorang sopir truk di Bali, meninggal dunia pada Jumat (25/9) pukul 07.51 WITA di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar setelah dirawat selama satu minggu. Ia dibakar hidup-hidup oleh bosnya, IPCP (37), pada Jumat (18/9) karena tidak mampu membayar setoran sebesar Rp 8,5 juta. Luka bakar menyentuh 68 persen tubuhnya, termasuk wajah, dada, punggung, tangan, dan kaki. Dokter mencurigakan IGS mengalami trauma inhalasi yang menyebabkan kerusakan paru-paru dan gangguan jantung. Meskipun dilakukan resusitasi dan penggunaan ventilator, kondisi IGS terus memburuk hingga tidak ada respons dari tubuhnya. Biaya pengobatan mencapai Rp 98 juta, dengan donasi dari warga dan relawan mencapai Rp 35 juta, termasuk kontribusi Rp 25 juta dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, BPJS tidak menanggung biaya karena status IGS sebagai korban kejahatan. Jenazah masih berada di Instalasi Forensik untuk autopsi dan direncanakan akan diserahkan ke keluarga pada 6 Oktober. Keluarga sangat terpukul, terutama ibunya yang kehilangan putra pertamanya yang masih bujang. IGS merupakan tulang punggung keluarganya, dengan ibunya sebagai pedagang dan ayahnya sebagai buruh harian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 10.51
Seminggu Kritis, Sopir Truk Bali yang Dibakar Bosnya Meninggal Dunia
Berita terkait
Malangnya Sopir di Bali Dibakar Bos, Luka 68% dan Tak Bisa Bayar Perawatan
Detik.com · 23 September 2026 pukul 09.58
Sopir yang Dibakar Bosnya di Karangasem: Usia 20 Tahun, Tulang Punggung Keluarga
kumparan · 22 September 2026 pukul 17.45
Sopir yang Dibakar Bosnya di Bali Meninggal, Keluarga Terpukul
kumparan · 25 September 2026 pukul 17.44
Sopir Truk yang Dibakar Hidup-hidup Bosnya di Bali, Meninggal
kumparan · 25 September 2026 pukul 10.10