PLN EPI Perkuat Program ESG Melalui Pemberdayaan Perempuan di Wilayah Pesisir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjalankan program Srikandi Movement, Perempuan Tangguh Bencana di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) ini bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan sebagai agen pengurangan risiko bencana sekaligus mendukung Program Desa Tangguh Bencana (Destana) BNPB. Desa Bunton dipilih karena merupakan kawasan pesisir yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia sehingga berpotensi menghadapi gempa bumi, tsunami, banjir rob, abrasi, dan cuaca ekstrem.
Pelatihan berlangsung pada 29-31 Juli 2026 dan diikuti 20 perempuan Desa Bunton. Materi yang diberikan mencakup pengurangan risiko bencana, komunikasi risiko, sistem peringatan dini, pertolongan pertama, evakuasi mandiri, perlindungan kelompok rentan, dukungan psikososial pascabencana, serta penyusunan rencana aksi berbasis masyarakat melalui teori, praktik lapangan, dan simulasi. PLN EPI juga menyerahkan perlengkapan tanggap darurat berupa alat keselamatan, perlengkapan medis, perangkat komunikasi, dan administrasi.
PLN EPI menargetkan terbentuknya kelompok perempuan yang memiliki kelembagaan kuat, legalitas, rencana kerja, serta mampu bersinergi dengan pemerintah desa, BPBD, dan relawan kebencanaan. Program ini merupakan investasi sosial jangka panjang untuk memperkuat ketahanan masyarakat di sekitar wilayah operasional PLTU Jawa Tengah 2 Adipala, dengan perempuan berperan strategis sebagai pelindung keluarga sekaligus penggerak budaya sadar bencana.
Bagikan
Berita terkait
Dampak ESG Grab: 14 Ribu Armada Listrik hingga Pemberdayaan Perempuan
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 12.29
Inovasi Bahan Bangunan Hadirkan Semen Rendah Karbon
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 00.15
SETARA Institute Merilis Skor Audit HAM 5 Raksasa Nikel di Maluku Utara
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 22.31
Tekan Emisi hingga 38%, SIG Perkuat Strategi Bisnis Berkelanjutan
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 08.11