Riset DBS Indonesia: Sustainability Jadi Agenda Daya Saing Korporasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Riset Bank DBS Indonesia mengungkapkan bahwa sustainability kini bergeser dari sekadar kepatuhan regulasi menjadi strategi inti untuk meningkatkan daya saing dan ketahanan bisnis jangka panjang. Fokus utama mencakup ketahanan ekonomi, akses pasar, serta mitigasi risiko iklim dan gangguan rantai pasok di tengah ketidakpastian geopolitik dan transformasi teknologi.
Transformasi ini menyasar lima sektor strategis: energi (transisi ke energi terbarukan), infrastruktur digital (pengembangan green data center berbasis AI), kesehatan (lokalisasi bahan baku farmasi), agribisnis (peningkatan produktivitas dan traceability), serta pertambangan (produksi logam rendah karbon). Meskipun peluang investasi besar, tantangan utama terletak pada kesiapan proyek, regulasi, dan struktur pembiayaan yang tepat untuk mewujudkan pertumbuhan komersial yang berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 16.34
Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan Kolaborasi Strategis untuk Sektor Energi
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 16.35
Kejar Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027, Airlangga Ungkap 3 Syaratnya
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 12.46
Menkeu Suahasil Andalkan Danantara, Ekonomi RI Butuh Suntikan Investasi
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 07.58
Menperin Bongkar PR Industri Halal RI, Pasar Jumbo tapi Investasi Masih Seret
Berita terkait
Baru 30,67 Juta Peserta, Dana Pensiun di Indonesia Punya Ruang Tumbuh Besar
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 10.30
Katadata Perkenalkan KESGI 50 Index di SAFE 2026
kumparan · 25 September 2026 pukul 17.23
IHSG Ditutup Anjlok 1,20% ke Level 6.298, Rupiah Ikut Melemah 0,69%
kumparan · 24 September 2026 pukul 17.45
Insentif Pajak Indonesia 2026 Diproyeksi Tembus Rp 576 Triliun
JawaPos · 23 September 2026 pukul 15.00