Pola Makan Lebih Besar Pengaruhnya daripada Olahraga untuk Turunkan Berat Badan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para ahli kesehatan menegaskan bahwa pola makan berperan lebih besar dibanding olahraga dalam penurunan berat badan. Dr. Michael Fredericson dari Stanford Medicine menyatakan bahwa pola makan yang tidak sehat tidak bisa dikompensasi hanya dengan berolahraga. Contohnya, satu paket Big Mac dengan kentang goreng dan minuman berkalori tinggi mengandung sekitar 1.170 kalori, sementara orang berat 70 kg hanya membakar sekitar 590 kalori dalam satu jam berlari. Ahli gizi Lisa Young menekankan bahwa penurunan berat badan bergantung pada defisit kalori, yaitu konsumsi kalori lebih sedikit dari yang dibutuhkan tubuh. Untuk yang tidak sempat berolahraga, disarankan mengurangi porsi, memilih makanan bergizi, membatasi camilan dan minuman manis, serta tidak melewatkan waktu makan. Makanan tinggi serat seperti sayuran, buah, kacang-kacang, dan biji-bijian utuh, ditambah protein tanpa lemak, juga disarankan.
Bagikan
Berita terkait
Gaya Hidup Aktif Semakin Diminati, Ribuan Masyarakat Ikuti Ajang Lari dan Kebugaran
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 17.04
Kolesterol Tinggi Sering Tak Bergejala, Ini Cara Menurunkannya Secara Alami
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 16.50
Gaya Hidup Fit Makin Jadi Perhatian, BrookFarm Almond Run 2026 Diikuti 5.000 Peserta
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 21.41
AQUA Kembali Jadi Official Hydration Partner Maybank Marathon 2026
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 17.25