Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kolesterol Tinggi Sering Tak Bergejala, Ini Cara Menurunkannya Secara Alami

Kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala, sehingga LDL (kolesterol jahat) dapat menumpuk perlahan di dinding pembuluh darah tanpa disadari. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Kadar kolesterol hanya dapat terdeteksi melalui pemeriksaan darah, sehingga pengelolaan perlu dilakukan sejak dini karena semakin lama kolesterol tinggi, semakin besar kerusakan yang ditimbulkan. Beberapa tanda fisik kolesterol tinggi meliputi endapan kekuningan di sekitar kelopak mata, lingkaran putih keabu-abuan di kornea, dan benjolan kekuningan pada tendon seperti tendon Achilles. Pengobatan yang diresepkan dokter dapat menurunkan kolesterol dengan cepat, namun perubahan pola makan, pengendalian berat badan, dan olahraga juga efektif sebagai pendekatan alami.

Strategi penurunan kolesterol secara alami meliputi penggantian lemak jenuh dengan lemak tak jenuh. Lemak jenuh terdapat pada daging merah, mentega, keju, dan makanan gorengan, sementara lemak tak jenuh dapat diperoleh dari minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, dan ikan. Ahli gizi menyarankan pola makan rendah lemak jenuh yang dikombinasikan dengan kacang-kacangan, serat, protein kedelai, dan makanan berbasis tumbuhan dapat menurunkan LDL hingga 30-40 mg/dL. Konsumsi minuman manis, alkohol, garam, karbohidrat olahan, produk susu berlemak penuh, makanan olahan, dan minyak tropis sebaiknya dibatasi. Lemak trans dan minyak terhidrogenasi juga perlu dihindari.

Olahraga secara signifikan membantu mengendalikan kolesterol dengan cara meningkatkan HDL (kolesterol baik), menurunkan trigliserida, memperbaiki tekanan darah, dan membantu pengendalian berat badan. Kombinasi pola makan sehat dan olahraga aerobik teratur memberikan hasil terbaik dibandingkan hanya melakukan satu dari keduanya. Ahli spesialis jantung menyarankan minimal 150 menit olahraga intensitas sedang per minggu ditambah latihan kekuatan untuk mendukung kesehatan kolesterol secara optimal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait