Polda Metro Tekankan Pengamanan Unjuk Rasa Humanis Tanpa Senjata Api
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polda Metro Jaya menekankan pengamanan unjuk rasa di wilayah DKI Jakarta mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Kepala Biro Operasi Kombes Laode Aries menegaskan seluruh personel, termasuk Polri dan TNI, dilarang keras menggunakan senjata api dan wajib mengendalikan emosi. Pengamanan harus berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan kerusuhan. Penegakan hukum hanya menjadi langkah terakhir. Personel Provos diminta memeriksa ketat kelengkapan peralatan dan memastikan tidak ada petugas yang membawa senjata api di lapangan. Prinsip satu komando diterapkan dalam pergerakan pasukan Penanggulangan Huru-Hara (PHH), termasuk penggunaan gas air mata yang hanya dilakukan atas perintah Kapolda langsung. Personel Reskrim bergerak dalam tim untuk mengamankan pihak yang membawa benda berbahaya. Sinergi dan komunikasi berjenjang dengan TNI terus dibangun. Para petugas mengenakan pita hitam di lengan sebagai bentuk empati atas bencana di NTT, Sumatra Utara, dan Sulawesi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 19.38
Polisi Amankan 21 Orang di Tengah Aksi Jakarta, Diduga Bukan Bagian dari Kelompok Mahasiswa
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 18.45
Mahasiswa Membubarkan Diri setelah Unjuk Rasa di Jakarta Pusat
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 17.47
Mahasiswa Bertahan di Depan Gedung UOB
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 13.33
Demo Mahasiswa, Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Pembawa Flare dan Botol Diduga Bom Molotov
Berita terkait
Ada Demo, Polisi Imbau Hindari Kawasan Monas dan Gedung DPR
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 07.21
Demo 24 September, Polisi Siagakan 1.550 Personel
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 22.29
Polisi Buru Dalang hingga Penyandang Dana Aksi Ricuh 27 Agustus
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 16.27
Polisi Amankan 21 Orang yang Bawa Barang Berbahaya Saat Unjuk Rasa
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 18.38