Polda Metro Tekankan Pengamanan Unjuk Rasa Humanis Tanpa Senjata Api
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polda Metro Jaya menekankan pengamanan unjuk rasa di wilayah DKI Jakarta mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Kepala Biro Operasi Kombes Laode Aries menegaskan seluruh personel, termasuk Polri dan TNI, dilarang keras menggunakan senjata api dan wajib mengendalikan emosi. Pengamanan harus berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan kerusuhan. Penegakan hukum hanya menjadi langkah terakhir. Personel Provos diminta memeriksa ketat kelengkapan peralatan dan memastikan tidak ada petugas yang membawa senjata api di lapangan. Prinsip satu komando diterapkan dalam pergerakan pasukan Penanggulangan Huru-Hara (PHH), termasuk penggunaan gas air mata yang hanya dilakukan atas perintah Kapolda langsung. Personel Reskrim bergerak dalam tim untuk mengamankan pihak yang membawa benda berbahaya. Sinergi dan komunikasi berjenjang dengan TNI terus dibangun. Para petugas mengenakan pita hitam di lengan sebagai bentuk empati atas bencana di NTT, Sumatra Utara, dan Sulawesi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.51
Polisi Kerahkan 9.242 Personel Kawal Demo di Jakarta
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.50
Polisi Minta Aksi di Bundaran HI Tak Ganggu Aktivitas Warga
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 13.18
BEM UI Demo di Bundaran HI Jakpus, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 13.02
Polisi Janji Kedepankan Pendekatan Humanis Kawal Demo di Jakarta
Berita terkait
Polres Jakarta Pusat Turunkan 6.962 Personel Kawal Unjuk Rasa Mahasiswa
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 13.48
Polda Metro Jaya Kerahkan 9.242 Personel Amankan 31 Demo di Jakarta
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 12.56
Polisi Imbau Demo Tak Digelar di Bundaran HI, Sarankan Lokasi Lain
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 12.14
Siagakan 9.242 Personel, Polda Metro Jamin Pengamanan Demo Humanis
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 12.10