Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Polda NTT Dikerahkan Tim DVI Identifikasi Korban Gempa Flores

Gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8) menyebabkan kerusakan signifikan dan korban jiwa. Menurut data terkini, setidaknya 33 orang dinyatakan tewas di wilayah Manggarai Raya, meliputi Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat. Selain korban jiwa, ratusan rumah rusak dan bangunan lainnya mengalami kerusakan akibat gempa ini. Pemerintah dan berbagai lembaga terkait segera mengirimkan tim untuk menangani dampak bencana ini.

Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengerahkan Tim Satgas Terpadu, termasuk tim Disaster Victim Identification (DVI), untuk mengidentifikasi korban meninggal secara ilmiah dan akurat. Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, menekankan bahwa seluruh personel akan bekerja secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan masyarakat. Selain DVI, Korps Brimob menurunkan personel SAR untuk menyisir wilayah terdampak, termasuk lokasi sulit dijangkau. Unit K-9 juga diperbantukan untuk membantu pencarian korban yang diduga tertimbun material bencana.

Untuk penanganan medis, personel Dokkes membentuk klinik lapangan guna memberikan pelayanan kesehatan darurat. Tim kesehatan juga memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing bagi warga terdampak. Di sektor lalu lintas, Satlantas mengatur dan merekayasa lalu lintas untuk memastikan ambulans, kendaraan penyelamat, dan bantuan logistik dapat bergerak lancar. Personel Samapta mengamankan lokasi pengungsian dan permukiman warga yang telah evakuasi. Bidang Humas Polda NTT juga membuka pusat informasi krisis untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait