Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Polisi Korsel Geledah Kantor Pusat Starbucks, Ada Apa?

Kepolisian Korea Selatan (Korsel) menggeledah kantor pusat Starbucks Korea pada Rabu (5/8) terkait kampanye iklan 'Tank Day' yang diluncurkan pada 18 Mei 2026. Kampanye ini mempromosikan tumbler baru dengan kapasitas besar, bertepatan dengan peringatan pemberontakan pro-demokrasi di Gwangju 1980 yang menyebabkan tewnya minimal 165 warga sipil. Kelompok masyarakat sipil dan keluarga korban mengajukan aduan menuduh Starbucks Korea meremehkan gerakan protes bersejarah dan menghina para martir. Insiden ini juga menyinggung frasa yang pernah digunakan pejabat rezim militer diktator pada masa itu. Akibat kampanye yang kontroversial, Starbucks Korea menutup lebih dari 2.000 gerai secara serentak pada Juni untuk memberikan pendidikan sejarah kepada staf. Shinsegae Group sebagai operator Starbucks Korea menyatakan investigasi internal tidak menemukan pelanggaran disengaja, namun mengakui keterbatasan dalam audit terkait penolakan eksekutif untuk menyerahkan ponselnya. Kepolisian Seoul masih menyelidiki kasus ini dan mencari bukti yang tidak termasuk dalam investigasi internal perusahaan. Aduan tersebut menyertakan nama Chairman Shinsegae Group Chung Yong Jin dan mantan CEO Starbucks Korea Son Jung Hyun yang telah dipecat.

Berita terkait