Polisi Minta Warga Tak Sebar Identitas Terduga Pelaku Bullying Bocah Pemalang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polisi sedang menyelidiki kasus kematian seorang murid kelas 2 SD di Kabupaten Pemalang yang diduga menjadi korban kekerasan oleh kakak kelasnya. Kasatreskrim Polres Pemalang, AKP M Wildan Umar, meminta masyarakat agar tidak menyebarkan informasi terkait identitas terduga pelaku, terutama karena melibatkan anak. Beberapa kabar yang beredar di media sosial belum terverifikasi, seperti foto anak yang diduga terlibat, pengungkapan ke luar kota, dan penetapan dua anak berhadapan dengan hukum (ABH). Wildan menegaskan bahwa informasi tersebut belum dipastikan kebenarannya, termasuk hasil autopsi yang menyebut kematian korban akibat tulang patak dan organ rusak. Polisi juga belum menerima hasil autopsi secara resmi dan masih mendalami kasus ini. Oleh karena itu, pihanya meminta agar publik tidak ikut menyebarkan kabar yang belum diverifikasi, mengingat kasus ini masih dalam proses penyidikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 4 Oktober 2026 pukul 12.45
Polisi Bantah Terduga Pelaku Bully Siswa SD di Pemalang Kabur: Senin Diperiksa
kumparan · 3 Oktober 2026 pukul 12.36
Kasus Siswa SD di Pemalang Tewas Diduga Dibully, Polisi: Tak Ada CCTV
JPNN.com · 5 Oktober 2026 pukul 02.51
Kematian Siswa SD di Pemalang Diselidiki Polisi
kumparan · 4 Oktober 2026 pukul 08.30
Temuan Baru Kasus Bullying Siswa SD di Pemalang
Berita terkait
Siswa Kelas 2 SD di Pemalang Meninggal Dunia Diduga Dibully, Polisi Selidiki
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 22.58
Siswa SMP di Pemalang Tewas Diduga Korban Bully, Polisi Periksa Teman
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 11.34
Polisi Periksa 6 Saksi di Kasus Bullying Pemalang
kumparan · 3 Oktober 2026 pukul 10.08
Siswa SMPN Pemalang Tewas Usai Di-bully Berulang Kali, Kakak Kelas Jadi ABH
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 14.30