Poltekpel Malahayati Aceh Bantah Mahasiswa Tewas saat Ospek: Tak Ada Kekerasan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh membantah kabar kekerasan seksual yang diduga menyebabkan kematian mahasiswa Muhammad Rasya Fadhillah. Menurut Direktur Poltekpel Andi Fiardi, Rasya mulai sakit pada 26 September 2026 dengan gejala demam, kemudian dirujuk ke RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Pada 27 September 2026 pukul 16.14, Rasya mengalami penurunan kesadaran mendadak dan dinyatakan meninggal setelah perawatan intensif.
Rasya merupakan calon taruna Program Studi Sistem Kelistrikan Kapal (SKK) yang lolos seleksi mandiri 2026. Ia mengikuti orientasi pembentukan karakter dari 4 hingga 14 September 2026 yang diikuti 251 peserta, meliputi pengenalan kampus, kuliah umum, dan latihan baris-berbaris. Setelah orientasi, Rasya mengikuti kegiatan belajar di kelas dan rutinitas kampus.
Poltekpel menegaskan tidak ada unsur kekerasan dalam kegiatan orientasi maupun interaksi senior-yunior. Berdasarkan pemeriksaan sementara, tidak ditemukan indikasi kekerasan. Penyebab kematian akan ditentukan setelah hasil visum dan pemeriksaan medis lengkap, yang diperkirakan butuh waktu sekitar tujuh hari. Kampus siap memberikan data kepada polisi dan akan mengambil tindakan jika ditemukan pelanggaran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 15.00
Poltekpel Malahayati Buka Suara soal Mahasiswa Meninggal Saat Ospek
Berita terkait
Mahasiswa Pelayaran Meninggal saat Ospek: Ibu Minta Keadilan, Polisi Selidiki
kumparan · 29 September 2026 pukul 06.45
Walkot Lhokseumawe Minta Kasus Tewasnya Mahasiswa saat Ospek Diusut Serius
kumparan · 29 September 2026 pukul 15.20
Mahasiswa Poltekpel Malahayati di Aceh Meninggal Saat Ikut Ospek
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 11.32
Mahasiswa di Aceh Meninggal Saat Ospek, Wajah Penuh Lebam
kumparan · 28 September 2026 pukul 10.03