Poltekpel Malahayati Buka Suara soal Mahasiswa Meninggal Saat Ospek
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh Besar membantah dugaan kekerasan setelah mahasiswa Muhammad Rasya Fadila (18) meninggal selama Ospek pada 4-14 September 2026. Direktur Andi Friadi menyatakan tidak ada bukti kekerasan, memercayakan penyebab memar di tubuh korban akibat demam sebelum meninggal. Korban merupakan calon taruna Prodi Sistem Kelistrikan Kapal (SKK) program mandiri 2026. Ospek melibatkan 251 mahasiswa dengan materi pengenalan kampus dan kegiatan baris-berbaris. Keluarga menemukan lebam di wajah korban dan mencurigakan jawaban taruna yang menolak memberikan penjelasan. Kasus masih diselidiki Polresta Banda Aceh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 30 September 2026 pukul 14.41
Poltekpel Malahayati Aceh Bantah Mahasiswa Tewas saat Ospek: Tak Ada Kekerasan
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 00.12
Polisi Diminta Usut Tuntas Kematian Taruna Poltekpel Aceh
kumparan · 29 September 2026 pukul 15.20
Walkot Lhokseumawe Minta Kasus Tewasnya Mahasiswa saat Ospek Diusut Serius
kumparan · 29 September 2026 pukul 06.45
Mahasiswa Pelayaran Meninggal saat Ospek: Ibu Minta Keadilan, Polisi Selidiki
Berita terkait
Mahasiswa Poltekpel Malahayati di Aceh Meninggal Saat Ikut Ospek
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 11.32
Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Kos, USU: Belum Ada Indikasi Bullying
kumparan · 29 September 2026 pukul 02.39
Mahasiswa di Aceh Meninggal Saat Ospek, Wajah Penuh Lebam
kumparan · 28 September 2026 pukul 10.03
Polda Jatim Tangani Dugaan Kekerasan Pelajar yang Dilakukan Mantan Kepala SMP Negeri 18 Kota Malang
JawaPos · 26 September 2026 pukul 22.16