Poltracking: 51,9 Persen Publik Nilai Kabinet Perlu Direshuffle
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5115961/original/093753100_1738335400-IMG-20250131-WA0047.jpg)
Mayoritas publik Indonesia, sebesar 51,9 persen, menilai perlu dilakukan reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Survei nasional Poltracking Indonesia yang dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 dengan 1.220 responden ini menunjukkan hanya 27,9 persen yang menolak kebutuhan reshuffle. Sebanyak 30,8 persen responden mengusulkan agar bidang ekonomi menjadi fokus reshuffle, diikuti oleh bidang hukum sebesar 22 persen. Dorongan ini munaslirkan karena penilaian publik yang menilai kinerja para menteri belum memuaskan. Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kabinet secara keseluruhan turun menjadi 47 persen, dibandingkan 67 persen pada Mei 2026 dan 49 persen pada Juli 2026. Kepuasan terhadap kinerja pemerintah di bidang ekonomi hanya mencapai 41,8 persen, sementara bidang hukum dan pemberantasan korupsi mencapai 48,3 persen. Survei ini menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 18.30
Poltracking Dorong Pemerintah Kuatkan Sektor Ekonomi untuk Menaikkan Kepuasan Publik
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 13.36
Analisis Poltracking: 5 Faktor Pemicu Penurunan Tingkat Kepuasan Prabowo-Gibran
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 11.30
Henri Subiakto: Gibran Pendorong Prabowo Terpilih Presiden, tapi Sekarang Keadaan Berubah
Berita terkait
Sisa 2 Bulan: Deadline untuk Presiden Prabowo
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 09.30
Poltracking: Popularitas MBG Capai 93,9 Persen, Tapi 49,2 Persen Publik Belum Puas
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 17.36
Survei Poltracking: Kepuasan Publik soal Penyerapan Aspirasi di DPR 33,9 Persen
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 17.01
Rakyat Mulai Lelah? Kepuasan terhadap Prabowo-Gibran Turun Tajam Sisa...
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 09.40