Popularitas Macron Menurun, Mogok Massal Lumpuhkan Prancis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Protes massal di Prancis terjadi menjelang rencana pemerintah memangkas anggaran belanja sosial sebesar 56 miliar Euro. Petugas pemadam kebakaran, tenaga kesehatan, staf transportasi, dan pegawai negeri mengikuti aksi mogok nasional yang didukung seluruh serikat pekerja sektor publik. Lebih dari 170 aksi unjuk rasa dilakukan di seluruh Prancis, termasuk bentrokan dengan polisi di Paris dan penyalaman suar di Monumen Kolom Juli. Para pengunjuk rasa menuntut kenaikan upah, kondisi kerja yang lebih baik, dan peningkatan pendanaan layanan publik. Sejak Macron menjabat pada 2017, gaji sektor publik dinaikkan 5% sementara inflasi mencapai 24%. Serikat guru mengklaim 40% guru sekolah dasar ikut serta dalam aksi, dan satu dari empat petugas pemadam kebakaran meninggalkan tugas. Aksi mogok dinilai sebagai 'hari kelam' oleh serikat pekerja CGT.
Bagikan
Berita terkait
Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Pencapaian Ekonomi Indonesia Dinilai Sudah Tepat
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 22.05
Dasco Panggil Suahasil Nazara hingga Danantara, Bahas Apa?
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 18.42
Suahasil Sebut Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Global
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 16.35
Dari Inflasi Hingga Insentif Pajak, Ini 6 Output Kegiatan Prioritas DJSEF pada 2027
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 09.00