Posisi Petani Masih Lemah dalam Ekosistem Industri Sawit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Posisi petani dalam ekosistem industri sawit Indonesia masih sangat lemah meskipun mengelola 42% lahan perkebunan sawit nasional. Menurut Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara (APN), Muhammad Abdul Ghani, produktivitas petani hanya mencapai separuhnya dibandingkan perkebunan korporasi. Hal ini disampaikan dalam Forum Diskusi Terbatas yang diselenggarakan Rumah Sawit Indonesia di IPB University, Bogor, pada Senin 31 Agustus 2026.
Ghani menyoroti ketidakseimbangan dalam ekosistem industri, di mana petani seringkali ditekan ketika harga naik. Ia menekankan bahwa sistem yang ada tidak dapat diharapkan memberikan hasil adil bagi petani. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029, sekaligus berupaya menurunkan ketimpangan melalui pemerataan.
Untuk mencapai hal tersebut, Danantara sebagai perusahaan negara perlu memiliki ideologi investasi yang tidak hanya meningkatkan laba, tetapi juga mendistribusikan kekayaan kepada masyarakat luas. Ghani memberikan contoh investasi Rp50 triliun untuk kilang pengolahan hanya melibatkan kurang dari 500 orang, sementara investasi serupa untuk penanaman kelapa sawit bisa melibatkan sekitar 5.000 orang.
Bagikan
Berita terkait
Danantara Berhasil Buktikan Kinerja, Pesimisme Berubah Jadi Optimisme
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.06
Pamer Rating S&P dan LIanhe Ratings, Prabowo: Ini Pengakuan Dunia
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 17.35
Prabowo Ungkap Bukti Ekonomi RI Kuat, Sebut Laporan Lembaga Asing
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.09
Ekonom INDEF nilai Danantara mulai efisienkan BUMN
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 15.24